Jenjang 3 · Higher Up
Keamanan Siber dan Aplikasi AI: SOC, DevSecOps, dan Keamanan Cloud
Mulai kapan saja · 26 materi
Skill
create incident reports dilatih di 2 kelas terbit di Exelern. Setiap kelas ditutup dengan karya yang dinilai reviewer bernama memakai rubrik yang bisa dibaca sebelum mendaftar; kriterianya ada di bawah.
Definisi di taksonomi ESCOJenjang 3 · Higher Up
Mulai kapan saja · 26 materi
Jenjang 2 · Climb Up Skills
Mulai kapan saja · 9 materi
Karya akhir kelas-kelas di atas dan kriteria rubrik yang dipakai reviewer, apa adanya dari halaman kelas.
Bangun lab SOC di laptop Anda memakai log serangan yang direkam ulang (dataset disediakan). Tulis aturan deteksi, ukur kinerjanya, lakukan triase dengan bantuan LLM, dan tulis laporan insiden lengkap. Setiap kesimpulan AI yang Anda pakai harus diverifikasi terhadap log asli. Tahapan pengerjaan • Kerangka: Arsitektur lab, sumber log, dan daftar teknik serangan yang ingin dideteksi beserta alasannya. • Draf: SIEM berjalan, log mengalir, dan minimal 5 aturan deteksi aktif beserta hasil uji awal. • Revisi: Minimal 8 aturan, positif palsu dikurangi berdasarkan data, alur triase berbantuan LLM berjalan, dan umpan balik reviewer ditindaklanjuti. • Final: Laporan insiden lengkap untuk skenario yang diberikan, catatan verifikasi atas kesimpulan AI, dan pemetaan ATT&CK.
Yang diserahkan: Tautan repositori berisi konfigurasi lab dan aturan deteksi, tabel kinerja deteksi (positif benar dan positif palsu), dan laporan insiden maksimal 5 halaman.
Aturan menangkap teknik sasaran dengan positif palsu yang terkendali dan terukur.
Prioritas dan eskalasi tepat; kesimpulan AI diverifikasi terhadap bukti, bukan diterima begitu saja.
Kronologi insiden akurat dan didukung bukti log.
Laporan jelas untuk pembaca teknis dan manajemen, dengan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.
Deteksi dipetakan dengan benar ke taktik dan teknik.
Bangun pipeline untuk aplikasi contoh (disediakan) atau aplikasi Anda sendiri. Buktikan setiap gerbang bekerja dengan menyiapkan merge request yang sengaja berbahaya: rahasia yang ter-commit, dependensi rentan, image dengan kerentanan kritis, dan IaC yang membuka akses publik. Tahapan pengerjaan • Kerangka: Desain pipeline, daftar gerbang beserta kebijakan blokir atau peringatan, dan alasannya. • Draf: Pipeline berjalan dengan pemindaian kode, rahasia, dan dependensi. • Revisi: Pemindaian kontainer dan IaC, deploy GitOps, dan umpan balik reviewer ditindaklanjuti. • Final: Empat merge request berbahaya terblokir dengan bukti, SBOM dan tanda tangan artefak, serta kebijakan pengecualian.
Yang diserahkan: Tautan repositori dengan konfigurasi pipeline, tautan ke empat merge request uji beserta hasil pipeline-nya, dan dokumen kebijakan keamanan pipeline maksimal 3 halaman.
Keempat perubahan berbahaya benar-benar terblokir dengan pesan yang jelas bagi pengembang.
Keseimbangan antara memblokir dan memperingatkan dibenarkan; pengecualian punya proses dan tenggat.
SBOM dihasilkan dan artefak ditandatangani serta diverifikasi saat deploy.
Deploy deklaratif, bisa diaudit, dan bisa dikembalikan ke versi sebelumnya.
Amankan aplikasi AI contoh yang sengaja rentan, di lingkungan cloud milik Anda sendiri. Tulis model ancamannya, terapkan kontrol, lalu serang sistem Anda sendiri dengan minimal 10 skenario (termasuk prompt injection tidak langsung lewat dokumen yang diunggah) dan laporkan mana yang tertahan dan mana yang tidak. Semua pengujian hanya boleh dilakukan pada lingkungan milik Anda sendiri. Tahapan pengerjaan • Kerangka: Model ancaman (aset, pelaku, jalur serangan, prioritas) dan rancangan kontrol. • Draf: IAM, isolasi jaringan, dan pengelolaan rahasia diterapkan sebagai kode; pencatatan aktif. • Revisi: Kontrol khusus LLM diterapkan dan 10 skenario serangan dijalankan; umpan balik reviewer ditindaklanjuti. • Final: Laporan keamanan bergaya enterprise: ringkasan eksekutif, temuan, risiko yang tersisa beserta alasan menerimanya.
Yang diserahkan: Tautan repositori berisi kode infrastruktur dan aplikasi yang sudah diamankan, dokumen model ancaman, log uji serangan, dan laporan keamanan maksimal 6 halaman.
Ancaman diprioritaskan berdasarkan dampak dan kemungkinan, termasuk ancaman khas LLM; tidak sekadar daftar umum.
IAM benar-benar minimum, jaringan terisolasi, dan rahasia terkelola, semuanya sebagai kode.
Prompt injection langsung dan tidak langsung serta kebocoran data ditangani berlapis, bukan dengan satu filter.
Skenario serangan realistis; kegagalan kontrol dilaporkan apa adanya.
Laporan bisa dipakai pengambil keputusan; risiko yang tersisa beserta alasannya jelas.
Bangun lab SOC di laptop Anda memakai log serangan yang direkam ulang (dataset disediakan). Tulis aturan deteksi, ukur kinerjanya, lakukan triase dengan bantuan LLM, dan tulis laporan insiden lengkap. Setiap kesimpulan AI yang Anda pakai harus diverifikasi terhadap log asli. Tahapan pengerjaan • Kerangka: Arsitektur lab, sumber log, dan daftar teknik serangan yang ingin dideteksi beserta alasannya. • Draf: SIEM berjalan, log mengalir, dan minimal 5 aturan deteksi aktif beserta hasil uji awal. • Revisi: Minimal 8 aturan, positif palsu dikurangi berdasarkan data, alur triase berbantuan LLM berjalan, dan umpan balik reviewer ditindaklanjuti. • Final: Laporan insiden lengkap untuk skenario yang diberikan, catatan verifikasi atas kesimpulan AI, dan pemetaan ATT&CK.
Yang diserahkan: Tautan repositori berisi konfigurasi lab dan aturan deteksi, tabel kinerja deteksi (positif benar dan positif palsu), dan laporan insiden maksimal 5 halaman.
Aturan menangkap teknik sasaran dengan positif palsu yang terkendali dan terukur.
Prioritas dan eskalasi tepat; kesimpulan AI diverifikasi terhadap bukti, bukan diterima begitu saja.
Kronologi insiden akurat dan didukung bukti log.
Laporan jelas untuk pembaca teknis dan manajemen, dengan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti.
Deteksi dipetakan dengan benar ke taktik dan teknik.